RSUD Ahmad Ripin Jadi Garda Terdepan Penanganan Keracunan MBG di kecamatan Sekernan

Avatar

MUARO JAMBI — Kesigapan dan kesiapan RSUD Ahmad Ripin Muaro Jambi di bawah komando Direktur Utama dr. Agus Subekti mendapat apresiasi luas dari Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan Dinas Kesehatan, atas perannya yang sangat vital dalam menangani kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi pada Jumat (30/1/2025) di sejumlah sekolah di Kecamatan Sekernan.

Kasus keracunan massal dengan jumlah korban mencapai ratusan orang tersebut berhasil ditangani secara cepat berkat kesiapan manajemen rumah sakit, dukungan tenaga medis, serta koordinasi lintas sektor yang solid.

Dalam keterangannya kepada media online Jawar4.com, Direktur RSUD Ahmad Ripin, dr. Agus Subekti, mengungkapkan rincian penanganan korban keracunan.

Baca Juga :  Danlanud Raden Sadjad Hadiri Syukuran dan Buka Puasa Bersama Bupati Natuna

“Sampai malam ini jumlah korban yang terdata di kami sebanyak 139 orang, dengan rincian 89 orang dirawat inap, 48 orang menjalani rawat jalan, dan 2 orang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi,” ujar dr. Agus.

Ia menegaskan bahwa tingginya jumlah korban menjadi perhatian serius pihak rumah sakit. Oleh karena itu, RSUD Ahmad Ripin langsung mengambil langkah cepat dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah.

“Kami berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Muaro Jambi dan Dinas Kesehatan untuk fokus pada percepatan penanganan medis. Beberapa tenaga kesehatan dari puskesmas-puskesmas terdekat juga kami datangkan ke RSUD Ahmad Ripin untuk membantu pelayanan terhadap para korban,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi atas kesigapan dan kesiapan RSUD Ahmad Ripin dalam menangani situasi darurat tersebut.

Baca Juga :  Gawat! Hampir 24 Jam Arus Listrik Tidak Stabil di Kamar Operasi RSUD Raden Mattaher

Dinkes menilai, respons cepat manajemen rumah sakit serta kepemimpinan Dirut RSUD Ahmad Ripin menjadi faktor kunci dalam mencegah kondisi korban semakin memburuk.

Pemda Muaro Jambi juga mengapresiasi kerja kolaboratif antara rumah sakit, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta seluruh tenaga medis yang telah bekerja maksimal di tengah situasi krisis.

Dengan penanganan yang cepat dan terukur, RSUD Ahmad Ripin kembali menunjukkan perannya sebagai rumah sakit rujukan utama dan garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Muaro Jambi, khususnya dalam kondisi kedaruratan massal. (Red-MrY)