Bupati BBS Tegas! TPS Liar Dekat Sekolah Disikat, Sistem Baru Disiapkan

Avatar

JALUKO — Tumpukan sampah liar yang menggunung di Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), akhirnya ditertibkan setelah lama dikeluhkan warga. Keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas belajar di SMP Negeri 7 Muaro Jambi.

Bau menyengat dari limbah rumah tangga bahkan dilaporkan masuk hingga ke ruang kelas, mengganggu konsentrasi siswa dan guru serta menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, turun langsung ke lokasi pada Jumat (24/4/2026) pagi. Didampingi jajaran OPD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta aparat TNI dan Polri, ia memimpin langsung proses pembersihan.

Baca Juga :  Wakili Gubernur Jambi Hadiri HPN 2025 di Riau, Kadis Kominfo Tekankan Sinergi Pemerintah dan Media

Dengan bantuan alat berat, tumpukan sampah yang sebelumnya meluber hingga ke badan jalan mulai diangkut. Arus lalu lintas yang sempat terganggu pun berangsur normal, sementara kondisi lingkungan mulai membaik.

Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa BBS menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Lokasinya tepat di depan sekolah, ini sangat mengganggu dan berpotensi membahayakan kesehatan. Kita tidak bisa menunggu lebih lama,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa penertiban ini bukan hanya langkah sementara. Pemerintah daerah akan menutup lokasi tersebut secara permanen dan menempatkan petugas untuk mencegah masyarakat kembali membuang sampah di titik yang sama.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Hadiri Sertijab Bupati Muaro Jambi, Harapkan Pembangunan Maju dan Berdaya Saing

“Hari ini kita bersihkan dan kita tutup. Ke depan akan kita jaga agar tidak ada lagi aktivitas pembuangan liar di sini,” tambahnya.

Selain itu, BBS mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Optimalisasi armada pengangkut serta evaluasi sistem pengelolaan dari tingkat rumah tangga hingga kecamatan menjadi fokus utama.

“Persoalan sampah ini tidak bisa diselesaikan dengan cara yang sama di semua wilayah. Kita butuh inovasi sesuai kondisi masing-masing daerah, supaya penanganannya lebih efektif dan berkelanjutan,” tutupnya.(Red-Jawar4)